Manfaat Kehidupan bagi Anak-anak kita

Setiap ANAK yang baru lahir, adalah anugerah yang diberikan kepada kita sebagai orang tua, dimana kita merasa bersyukur dianugerahi keturunan. Kebahagiaan akan meliputi kita pada saat bayi kita datang dan memasuki rumah kita, rumahnya, tempat ia mendapat perlindungan, pengawasan, penjagaan, dan terutama kasih sayang.


Kita, sebagai orang tua tentu menyadari bahwa bersamaan dengan datangnya kebahagiaan atas kehadiran anggota baru, maka datang juga tanggungjawab baru yang akan kita sikapi dengan sukacita dan penuh tanggungjawab sebagai ungkapan syukur. Sambil menimang anak kita yang masih sangat dini usianya, kita tentu berpikir dan berharap, kelak akan menjadi apakah ia, bagaimana cara mendidik, mengasuh, mengasihi, sehingga kelak buah hati kita menjadi manusia yang sesuai dengan harapan kita dan berjalan di jalan yang sesuai kehendak Sang Pencipta, yang dengan belas kasihnya memberikan anak yang sedang kita timang.


Banyak rencana dan banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membesarkan, mendidik, sekaligus mengasihi anak kita. Memberikan pendidikan terbaik, memberikan contoh praktis yang sesuai dengan norma kepada anak kita, mengajaknya bermain, mengajaknya berpikir positif, memberikan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, mengajarinya untuk kecewa, mengingatkannya pada saat ia sedang gembira, memberikan gizi yang baik, dan lain-lain. Semuanya itu bisa kita lakukan, pada saat kita mampu dan masih sehat dan ada untuk menemani anak-anak kita.


Satu sisi lain yang sering dihindari untuk dipikirkan, adalah musibah dan kematian. Kita sebagai orang tua, kadang enggan bahkan berpaling dari pemikiran, bahwa kitapun sebagai orang tua dan manusia memiliki keterbatasan dalam waktu dan kemampuan dalam membantu anak-anak kita mencapai tujuan hidup yang bermanfaat dan penuh dedikasi demi mencapai keberhasilan dan kebahagian mereka.


Asuransi?


Bukan, asuransi bukan cara untuk menjamin keberhasilan kita untuk mensejahterakan dan membahagiakan anak, dan mencapai segala poin-poin di atas tadi. Asuransi hanya merupakan proteksi diri kita sendiri, dimana pada saat kita tidak mampu lagi membantu anak dalam mencapai harapan-harapan indah di atas tadi, maka anak dapat melanjutkan sendiri kehidupannya dengan perasaan yang lebih nyaman dan dedikasi yang lebih baik, dibanding jika kita sebagai orang tua tidak memiliki persiapan financial untuk anak. Tentu saja, keberadaan kita untuk selalu bisa mendampingi anak-anak kita sampai keberhasilan mereka bahkan sampai anak cucu mereka hadir, tidak bisa dibandingkan dengan hanya sebuah atau beberapa polis Asuransi.


Apa yang bisa didapatkan dari sebuah polis Asuransi?


Sebuah polis asuransi untuk anak kita, kelak akan membantunya dalam hal-hal sebagai berikut:

  • Biaya rumah sakit
  • Warisan untuk anak-anak mereka kelak
  • Biaya kehidupan, yang meliputi biaya sekolah dari mulai SD sampai dengan S2, biaya usaha/bisnisnya kelak, biaya rumah tangga/pernikahannya kelak, dan dana hari tua bagi anak kta kelak.


Semua itu mereka dapatkan, dengan kita ada disamping mereka ataupun tidak, pada saat kita masih mampu ataupun tidak. Tidak memandang bagaimana dan dimana kita, anak kita tetap mendapatkan manfaat tersebut, hanya dari sebuah polis asuransi. Katakanlah, hanya 5 tahun kita mencicil polis asuransi, manfaat untuk anak-anak akan didapat sampai mereka berusia 88 tahun.


Proposal kami memungkinkan kami membantu perencanaan masa depan anak-anak kita untuk kehidupan yang senantiasa lebih cerah, lebih baik dan lebih berkualitas. Tentu kualitas hidup anak-anak kita merupakan salah satu faktor penting yang menunjang keberhasilannya dalam menjalani kehidupan ini.


=====

Manfaat-manfaat kehidupan bagi anak kita yang bisa diperoleh antara lain:

1. Pengembalian biaya rumah sakit jika mendapatkan perawatan rumah sakit, yaitu: (Max Rp.90.000.000,- pertahun, berlaku sampai anak berusia 88 tahun), dengan rincian:

· Rawat inap dan biaya obat perhari (120hr/thn)

Rp.450.000.-

· Rawat Gawat Darurat perhari (30 hr/thn)

Rp.600.000,-

· Penggantian biaya Operasi/Pembedahan

1. Kategori Minor

Rp.3.000.000,-

2. Kategori Intermediate

Rp.6.000.000,-

3. Ketegori Mayor

Rp.9.000.000,-

4. Kategori Complex

Rp.12.000.000,-



2. Warisan bagi anak dari anak-anak kita, yaitu jika anak kita meninggal dunia sebelum berusia 88 tahun, maka ia akan mewariskan Rp. 100.000.000,- ditambah dengan sisa dana investasi yang tersisa atau mana yang lebih besar, kepada ahli warisnya.

3. Biaya kehidupan, seperti yang dijabarkan dibawah ini menurut usia anak pada saat ini.

a. Usia anak saat ini : 0 tahun, 6 bulan


Usia Anak

Asumsi penggunaan Dana

Besar manfaat

6 tahun

Masuk Sekolah Dasar

Rp.5.000.000,-

12 tahun

Masuk SMP

Rp.7.500.000,-

15 tahun

Masuk SMA

Rp.11.000.000,-

18 tahun

Masuk Kuliah S1

Rp.75.000.000,-

23 tahun

Masuk Kuliah S2

Rp.30.000.000,-

35 tahun

Biaya investasi (rumah, keperluan penikahan, dll)

Rp.300.000.000,-

55 tahun

Dana hari tua

Rp.1.500.000.000,-

Total Rencana Penerimaan

Rp.1.928.500.000,-


Premi PerTahun

:

Rp.5.000.000,-

Premi perTriwulan

:

Rp.1.250.000,-

Masa pembayaran Premi

:

5 tahun

Total Premi wajib

:

Rp.25.000.000,-








b. Usia anak saat ini : 1 tahun


Usia Anak

Asumsi penggunaan Dana

Besar manfaat

6 tahun

Masuk SD

Rp.3.000.000,-

12 tahun

Masuk SMP

Rp.5.000.000,-

15 tahun

Masuk SMA

Rp.7.500.000,-

18 tahun

Masuk Kuliah S1

Rp.90.000.000,-

23 tahun

Masuk Kuliah S2

Rp.35.000.000,-

35 tahun

Biaya investasi (rumah, keperluan penikahan, dll)

Rp.160.000.000,-

55 tahun

Dana hari tua

Rp.1.150.000.000,-

Total Rencana Penerimaan

Rp.1.450.500.000,-



Premi PerTahun

:

Rp.5.300.000,-

Premi perTriwulan

:

Rp.1.325.000,-

Masa pembayaran Premi

:

5 tahun

Total Premi wajib

:

Rp.26.500.000,-

Total Rencana Penerimaan

:

Rp.1.450.500.000,-










c. Usia anak saat ini : 2 tahun



Usia Anak

Asumsi penggunaan Dana

Besar manfaat

6 tahun

Masuk SD

Rp.3.000.000,-

12 tahun

Masuk SMP

Rp.5.000.000,-

15 tahun

Masuk SMA

Rp.7.500.000,-

18 tahun

Masuk Kuliah S1

Rp.80.000.000,-

23 tahun

Masuk Kuliah S2

Rp.30.000.000,-

35 tahun

Biaya investasi (rumah, keperluan penikahan, dll)

Rp.125.000.000,-

55 tahun

Dana hari tua

Rp.810.000.000,-

Total Rencana Penerimaan

Rp.1.060.500.000,-



Premi PerTahun

:

Rp.5.400.000,-

Premi perTriwulan

:

Rp.1.350.000,-

Masa pembayaran Premi

:

5 tahun

Total Premi wajib

:

Rp.27.000.000,-

Total Rencana Penerimaan

:

Rp.1.060.500.000,-













d. Usia anak sat ini : 3 tahun



Usia Anak

Asumsi penggunaan Dana

Besar manfaat

6 tahun

Masuk SD

Rp.2.500.000,-

12 tahun

Masuk SMP

Rp.5.000.000,-

15 tahun

Masuk SMA

Rp.7.000.000,-

18 tahun

Masuk Kuliah S1

Rp.70.000.000,-

23 tahun

Masuk Kuliah S2

Rp.30.000.000,-

35 tahun

Biaya investasi (rumah, keperluan penikahan, dll)

Rp.110.000.000,-

55 tahun

Dana hari tua

Rp.730.000.000,-

Total Rencana Penerimaan

Rp.954.500.000,-



Premi PerTahun

:

Rp.5.600.000,-

Premi perTriwulan

:

Rp.1.400.000,-

Masa pembayaran Premi

:

5 tahun

Total Premi wajib

:

Rp.28.000.000,-

Total Rencana Penerimaan

:

Rp.954.500.000,-










e. Usia anak saat ini : 4 tahun

Usia Anak

Asumsi penggunaan Dana

Besar manfaat

12 tahun

Masuk SMP

Rp.7.000.000,-

15 tahun

Masuk SMA

Rp.10.000.000,-

18 tahun

Masuk Kuliah S1

Rp.75.000.000,-

23 tahun

Masuk Kuliah S2

Rp.30.000.000,-

35 tahun

Biaya investasi (rumah, keperluan penikahan, dll)

Rp.100.000.000,-

55 tahun

Dana hari tua

Rp.500.000.000,-

Total Rencana Penerimaan

Rp.722.000.000,-



Premi PerTahun

:

Rp.6.000.000,-

Premi perTriwulan

:

Rp.1.500.000,-

Masa pembayaran Premi

:

5 tahun

Total Premi wajib

:

Rp.30.000.000,-

Total Rencana Penerimaan

:

Rp.722.000.000,-










=================

NAMUN, seperti yang pernah sya bahas, Program ini hanya berlaku bagi kita orang tua yang sudah memiliki perjanjian dengan asuransi manapun dengan uang pertanggungan minimal Rp.100.000.000,-, untuk menjamin kelangsungan pembayaran program bagi anak kita jika kita mengalami suatu musibah kematian yang dapat mengakibatkan terhentinya pembayaran premi asuransi bagi anak kita. Dengan uang pertanggungan, ahli waris kita dapat segera melunasi cicilan program asuransi bagi anak kita, sehingga kita tidak perlu lagi khawatir akan perencanaan program kehidupan yang kita rencanakan untuk anak kita.

Bagaimana jika belum memiliki program asuransi dengan Uang Pertanggungan Rp.100juta?

Kami menyediakan program yang sangat murah dengan UP Rp.100.000.000,-, yang berlaku selama 5 tahun, sesuai dengan masa pembayaran premi yang berlaku bagi program asuransi kehidupan yang kita rencanakan bagi anak kita.

Berikut tabel premi pertahun untuk kita sebagai orang tua, dengan Term Life-5:


Usia kita

Premi pertahun

Pria

Wanita

25 tahun

Rp.284.000,-

Rp.198.000,-

30 tahun

Rp.292.000,-

Rp.198.000,-

35 tahun

Rp.297.000,-

Rp.216.000,-

40 tahun

Rp.407.000,-

Rp.300.000,-

45 tahun

Rp.632.000,-

Rp.412.000,-

50 tahun

Rp.905.000,-

Rp.628.888,-



Berdasarkan tabel di atas, kita sudah memiliki asuransi dengan uang pertanggungan selama 5 tahun (premi dibayarkan pertahun selama 5 tahun) sebesar Rp.100.000.000,-, yang merupakan syarat agar rencana kita akan program asuransi kehidupan bagi anak kita dapat terjamin.



Note:

  • Bagi orang tua dengan usia anak yang berbeda, dapat menghubungi kami untuk perincian premi dan pendapatan, permi dapt ditambah atau dikurangi sesuai dengan kehendak orang tua. Besarnya premi menentukan benefit yang akan di dapatkan anak kita. Usia orang tua tidak mempengaruhi kelangsungan program ini, yang mempengaruhi adalah Usia anak.
  • Untuk program term Life-5, usia orang tua yang tidak tercantum pada tabel dapat ditanyakan jumlah premi tahunan yang diwajibkan pada kami, preminya berkisaran seperti yang tercantum pada tabel.
  • Untuk usia anak yang lain, dan plan Rumah sakit Gold/Platinum agar langsung dikonsultasikan dengan FC anda.



Semoga menginspirasi.

(firsty@live.com)




Read more...

KPR dan Asuransi Jiwa Term Life

Memiliki rumah menjadi idaman setiap keluarga, Beberapa dari kita memilih untuk menggunakan sarana/kemudahan KPR Bank. Salah satu persyaratan adalah memiliki Asuransi jika terjadi kebakaran/bencana, maka developer/Bank tidak mengalami kerugian, namun hanya sedikit Bank yang mensyaratkan Asuransi Jiwa demi kepentingan kita.



Asuransi Jiwa, sebenarnya sangat dibutuhkan bagi pengambil KPR, terutama dalam jangka panjang (15-20). Jika kita sebagai pengangsur rumah mengalami musibah yang menyebabkan kematian pada saat kita belum menyelesaikan kewajiban kita dalam melunasi rumah, maka hal yang terjadi antara lain adalah:

  1. Ahli waris kita mendapat warisan berupa kewajiban menyelesaikan angsuran rumah
  2. Rumah akan dipindahtangankan oleh BANK karena terjadi tunggakan.



Asuransi yang paling tepat dalam masa KPR adalah Asuransi Murni Term Life (Bukan Unit-Link atau Investasi) yang akan menjamin 100% ketersediaan dana jika pengangsur meninggal dunia dalam masa KPR dan tidak mengiginkan ahli waris menanggung kewajiban yang belum diselasaikan ataupun kehilangan rumah yang telah sekian lama dicicil. Tinggal bagaimana cara kita memilih asuransi term life yang murah dan tidak memberatkan, namun pasti.



Sebagai illustrasi:


Suami saya berusia 33 tahun dan memutuskan untuk mencicil sebuah rumah seharga Rp.200.000.000,- dengan uang muka yang dibayarkan sebesar 30%, yaitu Rp.60.000.000,-. Maka sisa yang harus kami lunasi adalahRp.140.000.000,- dalam 15 tahun.



Sebagai asumsi:

Bunga Bank 15%

Bunga BANK dalam 15 tahun = 15% x 15 tahun = 2.25


Maka, Secara Mudahnya:

Sisa cicilan kami dalam 15 tahun adalah:

Rp.140.000.000,- x 2.25 = Rp.315.000.000,-

Angka ini lebih besar dari harga rumah, memang, namun kita lihat 15 tahun ke depan, maka harga rumah akan jauh lebih tinggi daripada yang telah kita bayarkan.



Kembali ke Asuransi, maka program yang dapat kami ambil adalah:


Term life


UP

:

Rp.315.000.000,-

Premi pertahun

:

Rp.1.228.800,-

Masa Pembayaran Premi

:

15 tahun

Masa Asuransi

:

15 tahun


Dengan hutang sebesar Rp.315.000.000,-, maka kami memutuskan untuk mengambil Asuransi termlife 15 tahun dengan Uang Pertanggungan Rp.315.000.000,-. Setelah dihitung, maka Premi yang harus kami bayarkan pertahunnya adalah Rp.1.228.800,- untuk menjamin bahwa jika suami tidak dapat menyelesaikan pembayaran dikarenakan meninggal dunia dengan alasan apapun dalam masa KPR, maka saya dan anak-anak saya tetap dapat memiliki rumah tersebut dengan meng-klaim asuransi untuk membayar lunas seluruh cicilan.



Namun, setelah dipikir lagi, setiap tahun jumlah hutang akan terus berkurang, padahal kami membayar premi dengan jumlah yang sama setiap tahunnya. Sebetulnya yang diperlukan adalah jaminan atas tersedianya dana sejumlah sisa hutang. Maka plan kami rubah, menjadi:


Tahun ke

Sisa Cicilan

=

UP

Usia

Premi pertahun

1 - 5

Rp.315.000.000,-

33 – 38 tahun

Rp.919.800,-

6 - 10

Rp.210.000.000,-

38 – 43 tahun

Rp.745.000,-

11 - 15

Rp.105.000.000,-

43 – 48 tahun

Rp.552.300,-


Jadi:


Setiap 5 tahun, kami akan memperbaharui polis, dengan mengurangi Uang pertanggungan, yang berarti juga mengurangi premi. Premi yang kami bayarkan jauh lebih murah, sesuai dengan Uang Pertanggungan yang kami butuhkan untuk mengantisipasi resiko jika suami saya meninggal dimasa KPR.




Semoga menginspirasi.



Love and take care your family.



Read more...

  © Blogger template Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP